Postingan

Roy Buchanan : Telecaster dan Tragedi Blues

Gambar
Musik Blues, pada galibnya, adalah jeritan hati yang tersayat derita. Dalam sejarahnya musik Blues hadir sebagai ekspresi kaum kulit hitam yang merindukan kebebasan dari perbudakan yang dilakukan kaum kulit putih di Amerika. Meski praktik perbudakan telah dihapus dan dianggap sebagai dosa yang memalukan, gemanya masih terdengar jelas dalam masyarakat modern. Namun, gema itu tidak lagi menjeritkan kemerdekaan yang terpasung, tetapi kerap meneriakkan hubungan cinta yang kandas, pengharapan yang hilang, kesepian, dan ketakutan manusia modern terhadap kemajuan peradaban. Dalam konteks ini, musik Blues tidak lagi dimaknai sebagai ekspresi, melainkan sebagai katarsis psikologis bagi manusia modern pula. Roy Buchanan bukanlah pria berkulit hitam. Kendati begitu, pria yang dilahirkan di Arkansas, Amerika ini sangat dekat dengan musik gospel sejak kecil. Maklum, Roy dibesarkan dalam gereja Kristen Pentakosta yang banyak mengadopsi unsur musik blues yang pernah didendangkan para budak kulit...

Ritchie Blackmore: Ksatria Gitar dan Hutan Kesunyian

Gambar
Namanya jarang disebut akhir-akhir ini. Bahkan, namanya kerap tidak ditemukan dalam daftar para gitaris yang berpengaruh.  Pada tahun 1995, misalnya, majalah Guitar World tidak mencantumkan namanya sebagai salah satu gitaris terkenal. Bahkan beberapa tahun lalu Josh Tyrangiel, kritikus musik majalah TIME, pun tidak menominasikannya sebagai salah satu dari The 10 Greatest Electric-Guitar Player (lihat “The 10 Greatest Electric-Guitar Player,” http://content.time.com/time/photogallery/0,29307,1916544_1921910,00.html ). Padahal peran dan sumbangsihnya dalam panggung musik rock pada tahun 1970-an dan 1980-an tidak dapat dikatakan kecil. Dalam amatan saya, ia menjadi salah satu virtuoso yang mampu membuktikan kepada publik musik bahwa solo gitar adalah bagian terpenting dalam sebuah konser rock. Setidaknya hal itu pernah dilakukannya ketika masih bergabung sebagai salah satu anggota band legendaris, Deep Purple . Di sela-sela konser band yang didirikan di Inggris pada akhir ...

Antara Ibu, Gitar, dan Panggung Heavy Metal

Gambar
Lagu itu berjudul Dee. Namun, jangan salah sangka! Lagu berjenis instrumental itu bukan dipersembahkan untuk seorang gadis. Lagu yang berdurasi kurang dari satu menit itu diciptakan Randy Rhoads untuk sang ibunda, Delores. Kendati singkat, lagu itu memiliki makna yang begitu mendalam. Dibalut dalam gaya klasik, lagu itu tampak terdengar abadi seperti hubungan kasih antara anak dan ibunya. Sayangnya, Delores belum pernah mendengarkan bagaimana lagu tersebut dimainkan puteranya secara langsung. Lagu itu hanya terselip di antara sejumlah lagu dalam album Blizzard of Ozz (1980) yang melambungkan kembali nama Ozzy Osbourne. Tampaknya tidaklah berlebihan bila Randy Rhoads memberikan tempat yang istimewa bagi ibundanya. Sejak bercerai dengan sang suami, Delores secara otomatis berperan ganda, baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai ibu rumah tangga. Untungnya, Delores adalah seorang pianis yang sangat terlatih. Dengan kemampuannya, ia bisa menghidupi Randy dan kedua kakaknya. Delo...

Jason Becker : Energi Kehidupan

Gambar
“I have Amyotrophic Lateral Sclerosis. It has crippled my body and speech, but not my mind.” Alkisah pada akhir tahun 1980-an, panggung rock dunia sempat dibuat terpana oleh kehadiran seorang gitaris muda. Parasnya menarik dan umurnya masih sangat muda, 16 tahun! Namun, di usia yang begitu belia, pamornya begitu terang benderang. Konon, ia disebut-sebut sebagai ancaman bagi beberapa maestro gitar seperti Eddie van Halen, Steve Vai, dan Yngwie Malmsteen. Ia sangat piawai memainkan repertoire milik Paganini, maestro biola, di atas fret gitar dengan tingkat akurasi yang sempurna, tetapi ia juga begitu mahir berselancar di atas blues, heavy metal, dan progresif rock. Tak heran bila ia dikagumi, dipuja, dan ditahbiskan sebagai gitaris masa depan oleh public rock. Gitaris muda itu bernama Jason Becker. Karirnya melangit sejak bersama Marty Friedman hadir sebagai Cacophony, duo gitaris muda nan berbahaya. Serangkaian tur di sejumlah negara mereka jalani. Sukses besar mereka peroleh...

Jerry Cantrell : Rock dan Kritik Sosial

Gambar
Jerry Cantrell Nama Jerry Cantrell mencuat ketika musik grunge mulai menyedot perhatian para generasi MTV di akhir tahun 1980-an. Bersama dengan Alice in Chains, gitaris asal Tacoma Washington ini menampilkan sebuah musik rock dengan ambience yang muram dan lirik yang berani, sarkastis, dan politis. Pendekatan alternatif yang dilakukan Jerry Cantrell dan Alice in Chains menjadi salah satu inspirasi yang paling berpengaruh bagi beberapa band dari Seattle yang mengusung grunge. Musik-musik yang mereka ciptakan berasal dari refleksi pengalaman mereka sehari-hari terhadap lingkungan, keluarga, negara, agama, dan lain sebagainya. Sejak kecil, Jerry sudah menunjukkan ketertarikannya pada seni. Meski kedua orangtuanya bercerai, ketika ia berusia 7 tahun, sang ibu terus mendorong agar Jerry dapat mengembangkan bakat seninya itu. Ketika masih menjadi siswa di sekolah menengah, Jerry pernah menjadi anggota paduan suara dan bahkan tercatat sebagai presiden kelompok paduan suara di sekol...

Slash, Sang Sweet Child

Gambar
Slash Siapa yang tak kenal Slash? Gitaris keriting kelahiran Hampstead, London ini, menurut saya, termasuk salah seorang musisi yang patut bertanggungjawab atas wabah musik rock pada awal tahun 1990-an. Bersama dengan band nya, Guns’n’Roses, Slash menjadi ikon musik rock yang paling disegani. Gaya hidup, musik, dan pemberontakan yang mereka tawarkan  menjadi epos yang menarik bagi remaja di usia pubertas. Karena itu, tak heran bila selain album-album yang dirilis Guns’n’Roses, beberapa remaja juga mengoleksi poster-poster besar yang menampilkan figur gitaris itu bersama gitar Gibson Les Paul atau sejumlah ular phyton peliharaannya! Saya ingat, bagaimana poster-poster besar itu sempat pula membuat ayah dan ibu saya khawatir akan  masa depan yang akan saya jalani. Perjalanan Slash dan Guns’n’Roses adalah legenda yang tidak dapat diulang. Begitu cepat, mereka meroket dan menjadi fenomena luar biasa, tapi begitu cepat juga, mereka berpisah dan menghilang begitu saja. Pu...

David Gilmour, Maestro yang Rendah Hati

Gambar
David Gilmour Bagi pencinta art rock , nama David Gilmour pasti tidak asing. Nama ini begitu identik dengan Pink Floyd, sebuah band legendaris dari Inggris . Hampir empat dasawarsa, Gilmour menjadi tulang punggung grup tersebut. Sebagai musisi , Gilmour dikenal sebagai   pribadi yang kerap tampil sederhana. Ia bahkan tidak tampak sebagai seorang selebritis kelas dunia . Sebagai seorang maestro gitar, ia tampak begitu bersahaja. Ia mengakui bahwa j ari-jarinya tidak lah secepat para gitaris tahun 19 7 0-an yang gemar melakukan banyak akrobat dan eksplorasi teknik . Dalam sebuah wawancara dengan HP Newquist dari majalah Guitar (Vol.12, Sept.1995), Gilmour dengan rendah hati menyatakan bahwa guitar skill yang dimilikinya berada jauh di bawah para gitaris Inggris lainnya seperti Jimi Hendrix, Eric Clapton, atau Jeff Beck. Meski begitu, di telinga saya, nada-nada blues yang selalu dijentikkannya di atas fret Fender Stratocaster 57 Vintage itu begitu dalam, kuat, dan berjiw...